
Bengkulu, CoverPublik.com – Pada hari Jumat, 14 Februari 2025, bertempat di Arrich Restaurant, Jl. Adam Malik, Kelurahan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, telah berlangsung rapat koordinasi pemetaan potensi konflik aliran kepercayaan dan aliran keagamaan dalam masyarakat tingkat Provinsi Bengkulu Tahun 2025.
Kegiatan ini dipimpin oleh Alexander Zaldi, S.H., M.H., selaku Koordinator Bidang Intelijen Kejati Provinsi Bengkulu, didampingi oleh Bastian, S.H., M.H., selaku Kasie 2 Bidang Intelijen Kejati Provinsi Bengkulu.
Selaku Koordinator Bidang Intelijen Kejati Provinsi Bengkulu Alexander Zaldi mengatakan bahwa, Tim Pakem memiliki fungsi utama dalam melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap perkembangan aliran kepercayaan dan keagamaan. Hasil pemantauan kemudian dianalisis dengan pertimbangan menjaga ketertiban, kondusifitas, serta toleransi di wilayah Provinsi Bengkulu.
Larangan terhadap Ahmadiyah didasarkan pada:
- Fatwa MUI Nomor 11/Munas VII/MUI/15/2005 tentang Aliran Ahmadiyah.
- Keputusan Bersama Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2008 dan KEP-033/A/JA/6/2008 tentang Peringatan dan Perintah kepada Pengikut, Anggota, dan/atau Pengurus Jemaat Ahmadiyah.
- Peraturan Gubernur Bengkulu Nomor 11 Tahun 2011 tentang Larangan Kegiatan Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Bengkulu.
Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Bengkulu Prov. Dr.H.Rohimin, M.Ag. mengatakan bahwa, Terdapat beberapa aliran keagamaan yang berkembang di wilayah Kabupaten Mukomuko dan Kecamatan Ketahun, seperti Jamaah Ansharut Daulah, Saksi Yehovah, dan Adven.
Modus yang digunakan oleh kelompok-kelompok ini dalam mengembangkan jaringannya adalah dengan membentuk komunitas-komunitas kecil, antara lain:
- IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia)
- AKI (Amanat Keagungan Ilahi)
- Komunitas Persaudaraan Islam
- Pemuda Hijrah
- Komunitas Tahfiz Qur’an
- Majelis Alquran (MA)
Komunitas-komunitas ini berkembang cukup pesat di wilayah Mukomuko dan sekitarnya. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus dalam pemantauan serta langkah-langkah strategis guna menjaga harmoni dan ketertiban di masyarakat.
Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan berbagai pihak dapat bekerja sama dalam menjaga stabilitas dan kerukunan antarumat beragama di Bengkulu, serta mencegah potensi konflik yang dapat muncul di kemudian hari.
Pewarta: Yulisman
Editor : Masya Heri