Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat Apresiasi Bupati Berhasil Bawa APBN ke Lebong

Tokoh Masyarakat Asal Kelurahan Turan Lalang Kecamatan Lebong Selatan, Algodi

Coverpublik.com – Pemerintah pusat menggelontorkan dana sebesar Rp 400 miliar untuk memperbaiki 8 ruas jalan yang rusak di 5 kabupaten di Provinsi Bengkulu. Dimana dua di antaranya dipusatkan di Kabupaten Lebong.

Kedua paket jalan itu dituangkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) meliputi ruas perbaikan jalan Talang Bunut-Lemeupit dengan panjang 4,55 Km dengan estimasi pagu Rp 25.361.545.000.

Kemudian, perbaikan jalan ruas Embong Panjang-Semelako panjang 3,66 Km dengan pagu Rp 18.867.874.000.

Usulan itu sebagai tindak lanjut proposal Bupati Lebong, Kopli Ansori melalui surat dengan nomor: 822/74/020/DPUPR-BM/VII/2022 perihal Usulan Rencana Penanganan Jalan Daerah Kabupaten Lebong.

Salah satu tokoh masyarakat asal Kelurahan Turan Lalang Kecamatan Lebong Selatan, Algodi, bahwa kinerja Dinas PUPR-P Lebong itu patut dicontoh oleh seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Lebong.

Sebab, bisa mendatangkan anggaran pusat dengan jumlah fantatis di satu bidang.

Dia menambahkan, bahwa Dinas PUPR-P setempat selain membantu keuangan Lebong tentunya memberi nama baik Lebong di Provinsi Bengkulu dan nasional. Sebab, suntikan dana Rp 44,2 miliar itu menjadikan Lebong dari 5 kabupaten di Provinsi Bengkulu, mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo.

“Ini baru namanya pro rakyat. Tentu, pasca pandemi Covid-19, pemulihan infrastruktur dan ekonomi sangat penting,” ungkapnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Organisasi Angkutan Darat (Organisai) Kabupaten Lebong ini berpendapat, di sisa jabatan sebagai orang nomor 1 di Lebong fokus program infrastruktyr sangat tepat.

“Dengan waktu relatif singkat ini, program pemulihan ekonomi sangat tepat. Apalagi ini instruksi pemerintah pusat langsung,” demikian Godi.

Hal senada disampaikan salah satu tokoh masyarakat Lebong yang juga Ketua BMA Kabupaten Lebong, Nedy Aryanto Jalal, bahwa prestasi ini menunjukkan Pemkab memiliki komitmen tata kelola pemerintahan maupun keuangan yang baik dan berdampak pada kemajuan pembangunan daerah.

“Ini langkah awal yang sudah baik. Kita mewakili anak kutai di Lebong apresiasi kerja ini. Namun ini baru penerimaan perbaikan jalan melalui inpres. Semua akan teruji pada penyerapan di akhir tahun depan,” jelasnya.

Namun demikian, Nedy berharap, Pemkab Lebong jangan pernah puas dengan penerimaan tersebut. Sedianya, kedepan terus melakukan evaluasi ketat, apa saja progres yang dicapai dari setiap SKPD.

“Kalau memang bagus, pasti kita apresiasi. Sebaliknya, kalau melenceng pasti kita kritisi. Tapi jelas infrastruktur ini untuk masyarakat,” demikian Nedy.